ESG, Foreign Ownership, and Firm Value: A Literature Review on Sustainable Value Creation in Emerging-Market Banking
Keywords:
ESG, nilai perusahaan, kepemilikan asing, perbankan, emerging market, keberlanjutanAbstract
Penelitian ini menyintesis bukti empiris terkini mengenai hubungan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan nilai perusahaan, dengan perhatian khusus pada disagregasi pilar ESG, kepemilikan asing, sumber heterogenitas temuan, serta implikasinya bagi sektor perbankan di emerging markets. Penelitian menggunakan pendekatan structured literature review with systematic search and thematic synthesis. Penelusuran dilakukan melalui Google Scholar menggunakan Harzing’s Publish or Perish terhadap studi empiris yang dipublikasikan pada periode 2021–2026. Setelah melalui proses deduplikasi, penyaringan awal, prioritisasi tematik, dan penilaian kelayakan teks lengkap, sebanyak 32 artikel empiris ditetapkan sebagai korpus analitik akhir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hubungan ESG–firm value bersifat heterogen, mencakup hubungan positif, negatif, tidak signifikan, bersyarat, nonlinear, dan temporal. Bukti pada tingkat pilar juga menunjukkan bahwa Environmental, Social, dan Governance tidak memiliki arah maupun tingkat signifikansi yang konsisten antarpenelitian, sehingga skor ESG agregat berpotensi menutupi variasi antarpilar. Bukti mengenai foreign ownership juga menunjukkan hasil yang beragam, dengan sebagian studi menemukan efek moderasi positif dan studi lainnya tidak menemukan moderasi yang signifikan. Heterogenitas temuan berkaitan dengan perbedaan pengukuran ESG, struktur kepemilikan dan tata kelola, konteks negara dan sektor, mekanisme mediasi dan moderasi, spesifikasi nonlinear, serta horizon waktu. Dalam literatur perbankan, hasil valuasi ESG juga berbeda menurut kondisi finansial, materialitas ESG, konteks institusional, dan spesifikasi empiris. Dalam literatur yang ditinjau, bukti yang secara simultan menganalisis pilar E, S, dan G secara terpisah serta menguji peran moderasi foreign ownership dalam hubungannya dengan nilai perusahaan berbasis pasar, khususnya pada sektor perbankan di emerging markets, masih terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya penelitian yang lebih terdisagregasi dan sensitif terhadap konteks untuk memahami kondisi ketika ESG berkaitan dengan penciptaan nilai berkelanjutan.